Senin, Mei 14, 2012

Ta'lim Jum'at Sore, 04 Mei 2012
Bersama Ustadz Nurul Habiburrahmanuddin
Tema : Sumber Hukum Syara' dan Sebab Khilafiyah


  1. " Barang siapa Allah menghendaki kebaikan atas diri seseorang, maka Allah akan menjadikannya faham (ilmu-ilmu) agama."
  2. " Satu orang yang faqih (faham ilmu agama) lebih berat bagi syetan daripada seribu orang ahli ibadah (yang kurang/tanpa ilmu)."
  3. Sumber hukum Islam:
    • Al-Qur'an
    • As-Sunnah (Al-hadits)
    • Ijma' Sahabat
  4. Sumber hukum dari Al-Qur'an bersifat Qoth'i dan Tsubut artinya pasti. Diturunkan langsung dari Allah SWT.
  5. 3 kemungkinan adanya Al-Qur'an .
    • Dibuat oleh orang Arab. Ini tidak mungkin karena semenjak dahulu sampai saat ini tidak ada yang mampu membuat semisal Al-Qur'an walaupun hanya 1 ayat.  QS Hud : 13 "Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur`an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". 
    • Dibuat oleh Nabi Muhammad. Ini juga tidak mungkin karena Nabi Muhammad adalah Nabi yang ummiy (tidak bisa baca tulis).   QS Yunus:38 "Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."  QS Al-Baqarah : 23 " Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar."
    • Dibuat oleh Allah SWT. Ini adalah yang benar.
  6. Ketinggian sastra Arab membuat tokoh Quraisy waktu itu sangat terpesona sehingga lupa akan makna yang terkandung di dalamnya yang menusuk seprti Surat Al-kafirun dan Al-Lahab. Orang yang faham bahasa Arab dan belum pernah bersentuhan dengan Al-Qur'an pasti akan bisa membedakan antara Al-Qur'an dan bukan Al-Qur'an karena susunan dan bahasanya yang luar biasa.
  7. Ketika Al-Qur'an dikumpulkan, ada lebih 70 orang sahabat dengan didampingi penulis untuk mencatat apa yang dibacakan. Namun tidak ada satu pun tulisan yang berbeda, semuanya sama, walaupun dengan perbedaan qiraat. Hal ini menandakan bahwa AL-Qur'an memang merupakan kitab yang luar biasa.
  8. Sumber hukum dalil aqidah harus bersifat qoth'i (pasti 100%), sedangkan dalil fiqih cukup dengan zhonni (50-99,88%).
  9. Ragu terhadap 1 ayat Al-Qur'an saja makan hukumnya kafir.
  10. Al-Qur'an adalah sumber hukum yang qoth'i. Tetapi penunjukannya sebagai dalil akan berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang para ulama dalam memahaminya.
  11. Penunjukan dalil dari Al-Qur'an terbagi atas 2 sifat, yaitu:
    • Qoth'i artinya pasti, maksudnya yaitu penggunaan dalil dari teks Al-Qur'an yang tidak bermakna ganda atau ayat tersebut sudah sangat jelas maknanya. Contoh seperti perintah Shalat dan zakat.
    • Zhonni (dugaan), maksudnya kalimat/teks yang terkandung dalam Al-Qur'an memiliki makna ganda. Seperti QS Al-Baqarah : 228    "Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan lebih daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Baqarah: 228). Tsalatsata quru' bisa bermakna "suci" dan bisa bermakna "haid". Artinya, ketika seorang wanita dicerai suaminya atau ditinggal mati suaminya maka ia tidak dibenarkan menikah lagi dengan lelaki lainnya sebelum melampaui 3 masa suci/haid.
  12. Min Syarril waswasil khannas. Al-Khannas artinya syetan yang sering bersembunyi. Artinya: kalau syetan sering bersembunyi maka ia juga sering muncul.
  13. Dalam memaknai hadits yuharriku, para ulama berbeda pendapat. Ada yang memaknainya menggerakkan jari telunjuk ketika tahiyyat dan ada juga yang memaknainya menggerak-gerakkan. Kedua pendapat ini benar karena memang yuharriku memiliki 2 makna yaitu lilmusyarakah dan litta'diyah.
  14. Jangan mengatakan kepada sesuatu itu tidak ada dalilnya, tapi katakanlah saya belum menemukan haditsnya. Karena Imam Bukhari menghafal sekitar 300 ribu hadits. 100 ribu diantaranya dinyatakan shahih. dari 100 ribu tersebut baru sekitar 7 ribu hadits yang sempat dibukukan. lalu pertaannya kemana hadits-hadits lainnya?
Wallahu a'lamu bish shawab
Ta'lim Jum'at Sore, 11 Mei 2012
Bersama: Ustadz Mundzir Situmorang
Tema: Bertamasya ke Negeri Akhirat



  1. Islam bermakna:
    • Kepasrahan
    • Pengabdian
    • Pertanggungjawaban
  2. QS Al-Anfal (8) : 24   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ   "Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kamu, kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya, kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan." – (QS.8:24)
  3. Mengapa pasrah? karena yakin. Mengapa yakin? karena Bertauhid. Mengapa bertauhid? karena mendapat hidayah. Mengapa mendapat hidayah? karena Allah memberikannya.
  4. QS Al-Kahfi (18) : 2  وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا  "Dan bersabarlah kamu, bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari, dengan mengharap keredhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka, (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang, yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." – (QS.18:28)
  5. QS Al-Kahfi (18) : 29  وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا  "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolak (api)nya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum, dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk, dan tempat istirahat yang paling jelek." – (QS.18:29)
  6. QS Al-Kahfi (18) : 30  إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلا  "Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang, yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik." – (QS.18:30)
  7. QS Al-Kahfi (18) : 31  ي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا  "Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." – (QS.18:31)
  8. QS Al-Anfal 8 : 25  وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ  "Dan peliharalah dirimu dari siksaan, yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja, di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." – (QS.8:25)
  9. QS Luqman (31) :  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ  "Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu, dan takutilah suatu hari, yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah'." – (QS.31:33)
  10. QS Al-Ahzab (33) : 36  وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا  "Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang Mukmin, dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetappkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." – (QS.33:36)
  11. وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah, ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun'." – (QS.18:49)
  12. QS Fushshilat (41) : 22  وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلا أَبْصَارُكُمْ وَلا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ  "Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi, dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira, bahwa Allah tidak mengetahui, kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan." – (QS.41:22)
  13. Sikap pasrah terkadang tidak disertai sikap mengabdi, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang islam kejawen. Mereka memiliki sikap pasrah kepada pimpinannya tetapi sayangnya tidak mengabdi kepada Tuhannya.
  14. Banyak sikap dan budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam ketika acara pernikahan umpamanya. Contoh: budaya menginjak telur.
  15. Ujian itu ada pada kejadian pertama dengan kejadian sejenis. Contoh: Saat diuji dengan meninggalnya bapak, maka itulah ujian yang berat. Berikutnya ketika ibu, kakak, adik meninggal dunia ujiannya tidak seberat pada saat ujian pertama dulu yaitu pada saat bapak meninggal dunia.
  16. Nabi Muhammad saw bersabda, “Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Alloh.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakal kepada Alloh.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.’” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
    Di antara pelajaran paling berharga yang bisa dipetik darihadits ini adalah bahwa tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan cara disundut dengan besi panas (kayy), dan tidak menganggap akan mengalami kesialan setelah mendengar atau melihat sesuatu (tathoyyur) merupakan wujud dan realisasi dari tawakkal kepada Alloh. Karena itulah Rosululloh menganjurkan kepada umatnya agar tidak melakukan ketiga hal tersebut, karena pengaruh ruqyah dan kayy yang sangat kuat sehingga dikhawatirkan seorang hamba menggantungkan harapan kesembuhannya kepada cara pengobatan tersebut dan bukannya bersandar kepada Alloh. Khusus untuk tathoyyur maka hukumnya tidak diperbolehkan. Kesimpulannya, keadaan orang yang akan masuk surga sangat tergantung dari kadar tawakkal setiap orang, semakin tinggi tingkat tawakkalnya semakin tinggi pula tingkat kesempurnaan tauhidnya. Allohlah tempat kita bersandar dan menyerahkan urusan.
  17. “Rasulullah telah bersabda jika kamu ingin melakukan sholat sedangkan kamu berada di dalam tempat bermalamnya kambing, maka sholatlah kamu di tempat itu, karena sesungguhnya pada tempat itu terdapat sakinah dan barokah. Dan apabila kamu hendak melakukan sholat padahal kamu sedang berada di tempat bermalamnya unta, maka hendaklah kamu keluar dari tempat unta itu, dan sholatlah di luarnya, karena sesungguhnya unta itu adalah jin dan diciptakan Allah daripada jin. Tidakkah kamu lihat jika unta berjalan, unta itu selalu mendongakkan wajah dan hidungnya?”. (HR. Imam Syafii, Baihaqi, Ahmad, An Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
    Dalam mazhab Syafii sholat di tempat bermalamnya unta tidaklah haram hukumnya, melainkan makruh saja. Adapun kemakruhannya bukanlah karena adanya najis di tempat itu. Jika masalah larangan tersebut menyangkut tentang adanya najis, maka di tempat kambing pun pastilah terlarang juga sholat di dalamnya. Tentu saja tidak ada perbedaan hukum antara kedua tempat tersebut jika hanya menyangkut masalah adanya najis.
    Dalam hal ini, Mazhab Syafii memakruhkan sholat di tempat unta itu adalah karena tempat unta itu merupakan tempat jin atau berkenaan dengan adanya jin, bukan karena adanya najis. Namun demikian, larangan sholat di dalam tempat unta itu bukanlah larangan yang haram, melainkan makruh adanya. 

    Wallahu a'lamu bish shawab

Kamis, Maret 18, 2010

INDIKASI ORANG YANG TERKENA GANGGUAN JIN / SIHIR

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOH WABAROKATUH


INDIKASI ORANG YANG TERKENA GANGGUAN JIN / SIHIR


* Malas beribadah, sering lupa rokaat sholat
* Emosional / Temperamen tinggi
* Sering mimpi buruk
* Imsomnia / sulit tidur
* Was was, cemas, paranoid / ketakutan
* Bisa melihat jin
* Sulit mendapat jodoh
* Dihantui kematian
* Perubahan perasaan dari biasa biasa saja menjadi cinta dan berlebihan / sebaliknya
* Ada bisikan – bisikan
* Nafsu yang berlebihan
* Dan lain lain.

DEFINISI RUQYAH SYAR’IYYAH

* Bahasa : Bacaan perlindungan
* Istilah : Bacaan yang berasal dari al qur’an dan hadis yang shohih yang di sampaikan dengan media suara untuk meminta kesembuhan dari Allah SWT bagi yang sakit dan perlindungan bagi yang sehat.

CIRI – CIRI RUQYAH SYAR’IYYAH

* Yang di baca ayat – ayat al qur’an atau do’a yang terdapat dalam hadis yang shohih
* Berbahasa Arab atau dengan bahasa yang bisa di fahami
* Hanya Allah SWT satu – satunya penyembuh bukan ruqyah / peruqyah

jjazakalloh

GRIYA SEHAT BSD

ABU DZIKRA