Tampilkan postingan dengan label Alqur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alqur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 14, 2012

Ta'lim Jum'at Sore, 13 April 2012
Bersama Ustadz Mundzir Situmorang
Tema : Tamasya ke negeri akhirat (Beberapa Sebab Husnul Khatimah)


Beberapa sebab husnul khatimah:
Lanjutan 2. Ketaqwaan
  1. QS Al-Anfal (8) : 29 "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yangt besar."
  2. Furqan : Kemampuan membedakan yang haq dan yang bathil
  3. QS Al-Kahfi (18) : 49 "Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya," dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang jua pun."
  4. Mulut itu sukanya ngeyel dan banyak mengelak bila diminta kesaksian danterkadang suka berbohong. Di Akhirat kelak, mulut akan dikunci oleh Allah SWT dan anggota tubuh lainnya yang akan bersaksi atas apa yang dilakukannya sewaktu di dunia.
  5. QS Yasin (36) : 65 "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tanganmereka akanberkata kepada Kami dan kaki mereka akanmemberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
  6. Allah menyebut kulit sebagai saksi nanti di akhirat. Ada apa dengan kulit? Tubuh manusia dibungkus dengan kulit, kulit merasakan apa-apa yang ada disekitarnya dan apa-apa yang dilakukananggota tubuh yang dibungkusnya. mari kita lihat QS Fushshilat (41) : 22 "Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan."
  7. Niat dinilai sejak awal. Artinya ia akan menghasilkan pahala disisi Allah sejak ia berniat walalupun belum sempat melaksanakan niat tersebut.
  8. Kualitas ibadah dinilai di akhir. Artinya apapun yang dilakukan pada awal-awal kehidupan, maka yang akan menjadi patokan nilai adalah apa yang dilakukan di akhir kehidupan. Jika ia husnul khatimah (happy ending) maka ia selamat. Sebaliknya jika Su-ul Khatimah maka ia celaka.
  9. Contoh: Ada ulama/ustadz/tokoh masyarakat yang kelihatan sehari-hari sangat rajin beribadah dan baik terhadap sesama, pakaian gamis, kain sorban sebesar ban pespa, tetapi kalau di akhir hayatnya ia selingkuh, maka ia termasuk orang yang celaka. Sebaliknya, seorang preman, tato dimana-mana, semua maksiat sudah pernah dilakukannya, tapi kalau di akhir hayatnya ia bertaubat dan taubatnya diterima Allah SWT, maka ia termasuk orang bahagia.
  10. Dalam hal berguru, tidak disarankan fanatik terhadap guru. Beruntung ia apabila guru yang diikutinya selalu berada pada jalur lurus. Tapi celaka apabila ia fanatik guru dan  sang guru tergelincir ke jalan yang salah.
  11. QS Qaf (50) : 16-18
    • "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepdanya daripada urat lehernya."
    • (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri."
    • Tidak ada suatau kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
  12. Ada dua hal yang tidak bisa dimasuki (diketahui) manusia:
    • Ikhlas, karena hanya Allah yang tahu.
    • Syirik / Riya, karena hanya Allah yang tahu.
    • Contoh ibadah yang hanya Allah yang tahu adalah ibadah shoum (puasa). Tidak ada manusia lain yang tahu bahwa seseorang itu sedang beribadah shoum.
  13. Dosa terhadap sesama manusia lebih berat daripada dosa kepada Allah. Dosa kepada Allah cukup dengan taubatan nasuha dan langsung kepada Allah. Tetapi dosa terhadap sesama manusia selain memohonampun kepada Allah, ia juga harus meminta maaf dan pembebasan kepada sesamanya tersebut.
  14. Jagalah lidah karena lidah lebih tajam daripada pedang. Biasakanlah ucapan-ucapan yang baik seperti tasbih dan sebagainya. Ketika hujan deras, suhu udara panas dan sebagainya janganlah sekali-kali mencelanya. Ucapkanlah tasbih dan doa. karena sesungguhnya cuaca tidak ada yang ekstrim, ia sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Penciptanya, Allah SWT.
  15. Ada hadits Rasulullah SAW bahwa pahala yang akan mengalir itu antara lain adalah doa anak yang shaleh. Itu berlaku apabila kita memiliki anak dan anak tersebut termasuk anak yang shaleh dan suka mendoakan kedua orangtuanya. Urutan anak sholeh tersebut ada pada urutan nomor 3, dan nomor pertama adalah shadaqah jariyah. Saya menyebutnya sebagai investasi (deposito) amal. Dahulukanlah diri ini beramal sholeh agar memiliki investasi (deposito) amal, karena anak kita belum tentu menjadi anak shaleh yang selalu mendoakan (kaena hidayah Shaleh hak Allah memberikannya kepada siap yang Ia kehendaki)
  16. QS Al-Qashash (28) : 56 "Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."
  17. Anak-anak kita jangan hanya diajarkan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga diajak berfikir memahami Al-Qur'an. Dengan memahami Al-qur'an insya Allah iman akan semakin mantap.
  18. Orang akan masuk surga sendiri-sendiri, artinya ia akan membawa amal masing-masing.
  19. Di surga semua bidadari termasuk ratu bidadarinya akan dibersihkan dari segala yang kotor: buang angin, buang air besar dan kecil, haid, nifas, dll
  20. Iblis yang sudah divonis masuk neraka, masih tetap bersabar mengajak manusia untuk menjadi pengikutnya. Kita manusia yang berpeluang masuk surga harusnya lebih bersabar untuk meraihnya.
  21. Ada beberapa isteri nabi yang ahli neraka diantaranya adalah isteri nabi nuh dan isteri nabi luth
  22. Keluarga sakinah tidak diukur dari outputnya berupa anak dan isteri yang shalihah, tetapi diukur dari kesabaran dalam proses/usaha menuju keshalehan tersebut. Karena seungguhnya hidayah Allah hanya diberikankepada orangan yang dikehendaki.
  23. QS Liqman (31) : 33 "Wahai manusia!bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka sekali-kali kamu janganlah terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.
  24. Mubazzir adalah tidak memaksimalkan dalam pemanfaatan harta yang diberikan Allah. Contoh: punya mobil 2 tapi yang dipakai hanya 1. Mubazzir tidak hanya dalam harta yang banyak, harta sedikit pun bisa mubazzir apabila tidak dimanfaatkan. Contoh: punya baju hanya 3, tapi yang dipakai hanya 2, maka yang satunya lagi disebut mubazzir
  25. Tidak ada istilah anak nakal, yang ada adalah ujian dari Allah SWT untuk orang tuanya sejauh mana ia bersabar dalam mendidiknya.
  26. Marah tidaklah menyelesaikan masalah, tapi malah menambah masalah, berikanlah solusi untuk penyelesaiannya.
  27. Apa bedanya ceramah motivasi dan ceramah Al-Quran hadits? Ceramah motivator akan banyak didengar karena ia menggunakan logika otak dan yang mendengarkan / ikut hadir adalah manusia yang notabene memiliki otak. tetapi ceramah Al-Qur'an dan hadits tidak semua hadirin bisa menerimanya karena Al-Qur'an dan hadits hanya bisa diterima oleh iman dan hadirin tidak semuanya memiliki iman.
  28. Lagu "Padamu Negeri" adalah lagu yang mengandung kesyirikan. Silakan renungkan
  29. Orang mati syahid bisa memberikan syafaat kepada 70 orang keluarganya, dengan syarat anggota keluarganya tersebut memiliki standar iman.
  30. Orang pertama yang diberikan pakaian oleh Allah SWT pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim as kemudian Nabi Muhammad SAW
  31. Konsep Syariat, Ma'rifat, tarikat dan hakikat adalah konsep yang diwariskan oleh para biarawan/biarawati pengikut Nabi Isa dan mereka tersesat.
Wallahu a'lam
Ta'lim Jum'at Sore, 04 Mei 2012
Bersama Ustadz Nurul Habiburrahmanuddin
Tema : Sumber Hukum Syara' dan Sebab Khilafiyah


  1. " Barang siapa Allah menghendaki kebaikan atas diri seseorang, maka Allah akan menjadikannya faham (ilmu-ilmu) agama."
  2. " Satu orang yang faqih (faham ilmu agama) lebih berat bagi syetan daripada seribu orang ahli ibadah (yang kurang/tanpa ilmu)."
  3. Sumber hukum Islam:
    • Al-Qur'an
    • As-Sunnah (Al-hadits)
    • Ijma' Sahabat
  4. Sumber hukum dari Al-Qur'an bersifat Qoth'i dan Tsubut artinya pasti. Diturunkan langsung dari Allah SWT.
  5. 3 kemungkinan adanya Al-Qur'an .
    • Dibuat oleh orang Arab. Ini tidak mungkin karena semenjak dahulu sampai saat ini tidak ada yang mampu membuat semisal Al-Qur'an walaupun hanya 1 ayat.  QS Hud : 13 "Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur`an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". 
    • Dibuat oleh Nabi Muhammad. Ini juga tidak mungkin karena Nabi Muhammad adalah Nabi yang ummiy (tidak bisa baca tulis).   QS Yunus:38 "Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."  QS Al-Baqarah : 23 " Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar."
    • Dibuat oleh Allah SWT. Ini adalah yang benar.
  6. Ketinggian sastra Arab membuat tokoh Quraisy waktu itu sangat terpesona sehingga lupa akan makna yang terkandung di dalamnya yang menusuk seprti Surat Al-kafirun dan Al-Lahab. Orang yang faham bahasa Arab dan belum pernah bersentuhan dengan Al-Qur'an pasti akan bisa membedakan antara Al-Qur'an dan bukan Al-Qur'an karena susunan dan bahasanya yang luar biasa.
  7. Ketika Al-Qur'an dikumpulkan, ada lebih 70 orang sahabat dengan didampingi penulis untuk mencatat apa yang dibacakan. Namun tidak ada satu pun tulisan yang berbeda, semuanya sama, walaupun dengan perbedaan qiraat. Hal ini menandakan bahwa AL-Qur'an memang merupakan kitab yang luar biasa.
  8. Sumber hukum dalil aqidah harus bersifat qoth'i (pasti 100%), sedangkan dalil fiqih cukup dengan zhonni (50-99,88%).
  9. Ragu terhadap 1 ayat Al-Qur'an saja makan hukumnya kafir.
  10. Al-Qur'an adalah sumber hukum yang qoth'i. Tetapi penunjukannya sebagai dalil akan berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang para ulama dalam memahaminya.
  11. Penunjukan dalil dari Al-Qur'an terbagi atas 2 sifat, yaitu:
    • Qoth'i artinya pasti, maksudnya yaitu penggunaan dalil dari teks Al-Qur'an yang tidak bermakna ganda atau ayat tersebut sudah sangat jelas maknanya. Contoh seperti perintah Shalat dan zakat.
    • Zhonni (dugaan), maksudnya kalimat/teks yang terkandung dalam Al-Qur'an memiliki makna ganda. Seperti QS Al-Baqarah : 228    "Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan lebih daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Baqarah: 228). Tsalatsata quru' bisa bermakna "suci" dan bisa bermakna "haid". Artinya, ketika seorang wanita dicerai suaminya atau ditinggal mati suaminya maka ia tidak dibenarkan menikah lagi dengan lelaki lainnya sebelum melampaui 3 masa suci/haid.
  12. Min Syarril waswasil khannas. Al-Khannas artinya syetan yang sering bersembunyi. Artinya: kalau syetan sering bersembunyi maka ia juga sering muncul.
  13. Dalam memaknai hadits yuharriku, para ulama berbeda pendapat. Ada yang memaknainya menggerakkan jari telunjuk ketika tahiyyat dan ada juga yang memaknainya menggerak-gerakkan. Kedua pendapat ini benar karena memang yuharriku memiliki 2 makna yaitu lilmusyarakah dan litta'diyah.
  14. Jangan mengatakan kepada sesuatu itu tidak ada dalilnya, tapi katakanlah saya belum menemukan haditsnya. Karena Imam Bukhari menghafal sekitar 300 ribu hadits. 100 ribu diantaranya dinyatakan shahih. dari 100 ribu tersebut baru sekitar 7 ribu hadits yang sempat dibukukan. lalu pertaannya kemana hadits-hadits lainnya?
Wallahu a'lamu bish shawab

Kamis, Maret 18, 2010

Ruqyah

Assalamu'alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh

Mukaddimah
Mungkin pertanyaan itu pernah mampir di benak Anda, atau melintas di pikiran Anda. Saat ada orang yang menyarankan Anda untuk melakukan terapi ruqyah syar’iyah sebagai solusi dari penyakit yang ada. Atau saat Anda membaca iklan ruqyah yang tertera di berbagai macam media massa.
Tulisan ini akan memberikan jawaban yang tepat buat Anda tercinta, agar pertanyaan yang berseliweran bisa terhenti oleh jawaban yang memuaskan. Maka dari itu simaklah dengan seksama dan jangan berhenti bila Anda belum sampai titik terakhir.

Ragam jenis pengobatan
Memang di luaran sana banyak ragam jenis pengobatan yang ditawarkan, baik untuk sakit medis atau non medis. Terutama untuk penyakit non medis (gangguan jin/ghaib). Dari pengobatan yang menggunakan kepulan asap kemenyan sampai suntikan obat penenang. Dari tarikan nafas-nafas yang diyakini mampu mendatangkan energi magik sampai gerakan atraktif yang dianggap efektif untuk mengusir rasa sakit. Dari penggunaan ragam jenis kembang, keris dan benda keramat sampai lantunan ayat-ayat.

Apa yang ditakuti syetan
Ini pertanyaan penting yang jawabannya bisa menjawab pertanyaan di atas dengan benar. Karena orang yang kena gangguan ghaib, hakikatnya ia diganggu syetan atau jin jahat. Sehingga pengobatan yang kita pilih harus tepat, yaitu jenis pengobatan yang membuat virus penyakitnya kabur atau minggat.
Apakah syetan atau jin jahat takut pada kemenyan? Tentu jawabannya... tidak. Karena banyak orang kesurupan justru minta kemenyan. Apakah syetan takut pada suntikan obat penenang? Jawabannya... tentu tidak. Karena banyak orang kesurupan berhari-hari tak kunjung sadar meskipun telah tertidur akibat pengaruh obat penenang. Apakah syetan takut pada gerakan olah pernapasan? Tegas jawabannya... tidak. Karena banyak orang bernafas yang diganggu syetan.
Apakah syetan takut pada gerakan atraktif yang kita peragakan untuk menangkapnya? Tentu saja... tidak. Karena hakikat wujud syetan tak terlihat oleh manusia, bagaimana kita mau menangkapnya. Apakah syetan takut pada ragam kembang, keris atau benda keramat? Pasti jawabannya... tidak. Karena banyak orang mengaku dapat benda seperti itu secara ghaib, alias dihadiahi syetan.
Tinggal pertanyaan terakhir. Apakah syetan takut pada ayat-ayat al-Qur’an? Jawabannya...., bukan ayat yang dipajang di dinding atau dikalungkan di badan yang ditakuti syetan. Tapi ayat yang dibaca oleh orang beriman, yang membuat syetan ketakutan. Lari dan kabur karena takut murka Tuhan, Allah yang Rohman.

Maklumat ar-Rohman
Benarkah syetan takut pada lantunan ayat yang dibaca oleh hamba-hamba Allah yang beriman? Mari kita simak maklumat yang disampaikan oleh Sang Pencipta jin dan syetan, Dzat yang Maha Kuasa dan Perkasa dan tidak ada dusta dalam firman-Nya.

”Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syetan Maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200).
Maklumat yang serupa bahkan sama ditegaskan lagi oleh Allah di surat lain. ”Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36).

Kalimat perlindungan
Di surat lain, secara verbal dan jelas, Allah mengajarkan kepada kita kalimat yang berisi do’a perlindungan, memohon perlindungan kepada-Nya dari kehadiran dan kejahatan syetan, apapun bentuk dan wujudnya.
”Dan katakanlah: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." (QS. Al-Mukminun: 97-98).
"Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 1-6).

Qur’an sebagai Obat

Al-Qur’an yang merupakan firman Allah punya banyak fungsi dalam kehidupan kita. Sebagai nasihat, petunjuk hidup, pendatang rahmat Allah, dan juga sebagai obat yang berdaya sembuh. Karena ia adalah ucapan atau kalimat yang keluar dari Sang Maha Penyembuh. Apapun penyakit yang ada, hanya Allah yang kuasa menyembuhkannya.
”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).
”Dan jikalau kami jadikan al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS. Fushshilat: 44).

Tuntunan Rasulullah
“Dan aku perintahkan kalian untuk selalu berdzikrullah (menyebut bama Allah). Sesungguhnya perumpamaan orang yang sering dzikrulloh seperti orang yang sedang dicari dan dikejar-kejar musuh. Sampai orang itu menjumpai benteng yang sangat kokoh sehingga bisa melindunginya dari para musuh. Begitulah perumpamaan seorang hamba, ia tidak melindungi dirinya dari kejahatan syetan, kecuali dengan dzikrulloh.” (HR. Tirmidzi).
Aisyah berkata: Apabila ada seseorang yang sakit dari keluarga Rasulullah, beliau meniupnya dengan membaca surat-surat perlindungan. Dan ketika beliau yang sakit pada tahun kematiannya, akulah yang membacanya lalu aku tiupkan ke tangnnya, kemudian kuusapkan tangan itu ke tubuhnya, karena tangan beliau lebih banyak berkahnya daripada tanganku. (HR. Bukhari dan Muslim).
Abu Hurairah berkata, Rasulullah pernah datang menjengukku (saat sakit). Beliau bersabda: Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah yang telah diajarkan malaikat Jibril kepadaku? Aku menjawab: Demi ayah dan ibuku, aku mau wahai Rasulullah. Lalu beliau membaca: Dengan nama Allah aku meruqyahmu, Allah-lah yang menyembuhkanmu dari segala macam penyakit yang ada padamu, dari kejahatan tukang kejahatan tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki apabila ia telah dengki. (3x). (HR. Ibnu Majah).
Abu Sa’id al-Khudri berkata: Sesungguhnya malaikat Jibril telah berkata: Wahai Muhammad, kamu merasa sakit? Beliau menjawab: Ya. Malaikat Jibril membaca: Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu. (HR. Muslim).

9 alasan sangat kuat
Kalau kita perhatikan maklumat Allah dan tuntunan Rasul-Nya di atas dengan seksama, maka kita akan menemukan alasan yang sangat kuat, kenapa kita harus menjalani terapi ruqyah. Tapi bukan sembarang ruqyah, hanya ruqyah yang syar’iyah seperti yang telah diajarkan Rasulullah kepada kita, ummatnya. Berikut alasan tersebut:
Pertama, ruqyah syar’iyah merupakan solusi pengobatan Ilahi, sebagai Dzat Penyembuh untuk segala macam penyakit (medis atau non medis). Karena secara verbal, jelas dan tegas kita diperintahkan Rasulullah untuk melakukan terapi tersebut.
Kedua, ruqyah syar’iyah merupakan terapi yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah untuk diajarkan kepada ummatnya. Karena itu, Allah telah memerintahkan malaikat Jibril untuk menerapi Rasulullah dengan ruqyah saat beliau merasa sakit.
Ketiga, ruqyah syar’iyah merupakan sunnah (live style) Rasulullah. Buktinya, bila beliau sakit, beliau melakukan ruqyah. Dan saat ada keluarganya yang sakit, beliau juga meruqyahnya. Itulah contoh nyata beliau (uswah hasanah) dalam memilih cara berobat.
Keempat, ruqyah syar’iyah merupakan warisan Rasulullah yang harus kita lestarikan agar tidak punah. Dengan mempraktikkan terapi ruqyah syar’iyah saat mengobati seseorang, atau datang ke praktik ruqyah yang syar’iyah saat berobat, berarti kita telah menghidupkan sunnah Rasulullah.

Kelima, ruqyah syar’iyah merupakan syiar Islam. Kita harus mengajarkannya kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebagaimana yang telah dilakukan para shahabatnya, saat ada teman-temannya yang sakit, mereka meruqyahnya seperti yang telah diajarkan Rasulullah.
Keenam, ruqyah syar’iyah merupakan solusi yang tepat untuk obat, termasuk untuk pengobatan dari gangguan syetan atau jin jahat. Karena ruqyah syar’iyah merupakan formulasi pengobatan racikan Sang Pencipta syetan (jin jahat). Dan Dialah yang paling paham tentang hal apa saja yang membuat syetan itu terusir alias minggat.
Ketujuh, ruqyah syar’iyah merupakan cara pengobatan yang sarat akan nilai ibadah. Setiap bacaan yang kita baca bernilai pahala. Karena yang kita baca adalah ayat al-Qur’an dan do’a yang telah diajarkan Rasulullah secara langsung.
Kedelapan, ruqyah syar’iyah merupakan metode pengobatan yang bebas dari syirik. Sehingga apa yang kita lakukan bersih dari dampak negatif, atau terhindar dari virus yang membahayakan akidah (tauhid) kita. Dan bersihnya tauhid adalah penyelamat diri kita dari siksa neraka yang diancamkan Allah untuk hambanya yang musyrik.
Kesembilan, ruqyah syar’iyah merupakan upaya konkrit untuk memerangi praktik perdukunan yang telah menyebar dan mengakar di lapisan masyarakat kita. Kita tidak hanya pandai melarang mereka pergi ke dukun yang berakibat perbuatan syikrik, tapi kita juga bisa memberikan solusi alternatif yang aman ke mereka dengan ruqyah syar’iyah.

Ampuh untuk Sakit Medis

Selama ini banyak orang yang menganggap ruqyah syar’iyah hanya bisa untuk obat penyakit non medis, tidak bisa untuk sakit medis (fisik). Padahal ruqyah syar’iyah adalah terapi pengobatan yang bersifat komprehensif (menyeluruh), tidak hanya untuk sakit non medis (gangguan jin jahat) tapi juga ampuh untuk sakit medis.
Ah yang benar...! Kata siapa...? Memang benar..., itu merupakan firman Allah, sabda Rasulullah dan pernyataan tersurat dari malaikat Jibril (penyampai wahyu).
”Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82).
Syekh Abdur Rahman As-Sa’di (Seorang ulama’ pakar Tafsir kontemporer) berkata: Al-Qur’an mengandung kesembuhan yang sifatnya umum dan menyeluruh, penyembuh penyakit hati (non fisik) dan penyakit badan (fisik). (Kitab Taisirul Karimir Rahman: 3/128).
Simaklah hadits shahih berikut, apa yang dilakukan Rasulullah saat beliau disengat kalajengking ketika sedang shalat. Ternyata beliau melakukan terapi ruqyah syar’iyah sebagai solusi pengobatan penyakit medis (fisik) tersebut.
'Ali bin Abi Thalib berkata: "Seekor kalajengking telah menyengat Rasulullah di saat beliau shalat. Ketika selesai shalat, beliau berkata, “Semoga Allah melaknat kalajengking, yang tidak membiarkan orang yang lagi shalat atau lainnya. Lalu beliau mengambil air yang dicampur dengan garam. Kemudian diusapkan ke bagian yang sakit sambil membaca surat al-Kafirun, surat al-Falaq dan surat an-Nas.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Al-Albani hadits no. 548).

Lalu perhatikanlah isi rangkaian do’a yang dibaca oleh malaikat Jibril berikut, saat dia meruqyah Rasulullah. ”Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu.” (HR. Muslim).
Ya..., ”Dari segala sesuatu yang menyakitimu...” Kalimat itu menunjukkan bahwa terapi ruqyah syar’iyah bisa juga untuk terapi dari segala macam penyebab datangnya penyakit, baik itu yang berakibat ke sakit medis atau non medis. Karena dengan ruqyah itu kita memohon langsung pertolongan (kesembuhan) kepada Dzat yang kuasa untuk menyembuhkan, yaitu Allah jalla jalaluh.
”Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan dia sendiri. dan jika dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. Al-An’am: 17).
Jangan lupa pernyataan Nabi Ibrahim yang telah diabadikan Allah dalam al-Qur’an berikut: ”Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (QS. As-Syuaro’: 80).

Penutup

Semoga dengan penjelasan di atas, kita telah mendapatkan jawaban yang tegas dan jelas, bahwa ruqyah syar’iyah merupakan solusi yang paling aman untuk segala macam penyakit, baik medis atau non medis. Penulis dan beberapa pasien telah membuktikan secara langsung, bahwa penyakit medis yang diderita seseorang, ternyata lebih cepat proses kesembuhannya ketika dilakukan pengobatan terpadu. Yaitu dengan terapi ruqyah syar’iyah dipadu dengan berobat ke dokter.
Yang tak kalah pentingnya, adalah sikap selektif dalam memilih terapi pengobatan yang katanya menggunakan metode ruqyah. Karena dewasa ini, telah bermunculan praktik ruqyah yang tidak syar’iyah. Namanya saja ruqyah, tapi praktiknya praktik perdukunan. Waspada dengan banyaknya penipuan di luaran sana. Maka dari itu, kami (klinik Ghoib) sangat getol untuk mensosialisasikan pengobatan ruqyah yang syar’iyah. Agar masyarakat luas lebih paham akan ruqyah yang syar’iyah, sehingga mereka tidak mudah tertipu oleh praktik ruqyah gadungan (tidak syar’iyah).
Simaklah selektifnya Rasulullah berikut: Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata, "Kami pada zaman jahiliyyah melakukan ruqyah, lalu kami berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ruqyah?' Beliau bersabda, 'Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, ruqyah-ruqyah itu tidak apa-apa selama di dalamnya tidak bermuatan syirik”. (HR. Muslim, no. 2200).

Rabu, November 07, 2007

AHLAN WA SAHLAN

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
Yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang merajai hari pembalasan.
Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu juga kami meminta pertolngan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(Yaitu) jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.