Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 15, 2007

Biasakan Dari Yang Kecil


MARIO TEGUH SUPER CLUB:

Pada tulisan saya sebelumnya tentang Kepantasan Untuk Di Tiru dan Puncak Kehidupan Anda, maka kali ini saya ingin menulis tentang Biasakan Dari Yang Kecil, yang saya simpulkan dari kehadiran saya pada acara Mario Teguh Business Art yang disiarkan pada hari Kamis, 8 November yang lalu. Saya hadir sebagai audience bersama 9 orang Super Members lainnya.

Topik yang diangkat pada waktu itu adalah Copying To Greatness. Beberapa kutipan pointer sebagai berikut:

Satu hari bersama seorang guru yang anggun - lebih baik daripada seribu hari belajar sendiri.
Kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Anda, bila Anda tulus mempelajarinya.
Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Salah satu cara untuk berhasil adalah belajar dari kegagalan. Dengan kegagalan, kita tahu cara untuk bisa berhasil. Tidak ada orang yang berhasil kalau belum pernah gagal.

Persoalannya, kita tidak cukup waktu untuk belajar semua kegagalan. Maka cara yang terpendek untuk keberhasilan adalah belajar dari kegagalan orang lain.

Dalam meniru cara-cara yang terbukti telah berhasil, terkadang kita dihadapkan pada satu sisi, dimana kita merasa bukan diri kita, karena apa yang kita tiru tidak sesuai dengan kebiasaan kita sebelumnya. Ini menjadi pertanyaan saya pada sesi tanya jawab.

Untuk menjadikan kita bisa menerima yang bukan diri kita, adalah dengan membiasakan perilaku kita sesuai dengan yang kita tiru, dan itu bisa dilakukan kalau kita melakukan dari yang kecil dan sederhana. Kalau kita meniru yang kecil dan dilakukan se-sering mungkin, maka itu akan menjadi kebiasaan kita, dan kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten akan menjadikannya sebagai pribadi kita.

Maka kalau kita ingin meniru satu pribadi yang terbukti baik dan berhasil, maka lakukanlah dari yang kecil dan sederhana dari yang Anda sukai dari pribadi tersebut.

Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati - Anda akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Anda harapkan itu.
Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness

Wassalam,

Kepantasan Untuk ditiru


MARIO TEGUH SUPER CLUB:

Semoga tuisan ini menjumpai Anda semua dalam kebersamaan yang sangat membahagiakan, dan menjadikan kita sebagai orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.

Saya merasa sangat terhormat mendapat undangan untuk ikut sebagai peserta audience pada acara MTBA tadi malam di TV O-Channel. MTBA merupakan salah satu acara yang disiarkan setiap Kamis Malam jam 21:00 - 22:00, dan merupakan satu acara televisi yang sangat populer dan mendapatkan ranking terbaik saat ini. Satu pengalaman tersendiri buat saya untuk bisa di sorot oleh kamera televisi secara live. Walaupun pada awalnya saya ingin mendapatkan sorotan kamera yang lebih "dominan" dari Pak Mario, tapi itu terkalahkan oleh fokus saya pada apa yang dibicarakan Pak Mario selama acara berlangsung, sehingga saya tidak tahu lagi apakah saya sudah disorot oleh kamera dengan baik atau tidak.

Terima kasih saya kepada Pak Mario, Ibu Lina, Pak Tekad Sukatno dan team MTSC yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk bisa hadir.

Banyak poin-poin yang bisa saya ambil dari acara MTBA kemarin yang mengambil topik Copying To Greatness. Salah satu poin yang saya dapatkan adalah "Apakah Kita Dipantaskan Untuk Mengcopy Pribadi Seorang Yang Kuat"

Banyak orang yang merasa kecil, lemah, tidak berguna, sehingga tidak bisa memantaskan dirinya untuk bisa lebih baik dari apa yang ada pada dirinya sekarang. Seberapa banyak orang yang merasa tidak pantas berhasil, karena merasa dirinya tidak pantas untuk meniru pribadi-pribadi yang kuat, padahal keberhasilan orang yang kita tiru adalah salah satu jalan pintas buat kita untuk mencapai keberhasilan yang lebih cepat. Kenapa kita harus menolak kepantasan itu?

Setiap orang pantas dan dipantaskan untuk mengcopy pribadi apapun yang dia inginkan, tapi yang menjadi pertanyaannya "Apakah Pribadi Yang Ingin Kita Copy Mempunyai Kepantasan Untuk Di Tiru?"

Dan karena ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu, maka ia yang memperbaiki dan akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.

Meniru-lah, karena meniru adalah jalan terpendek untuk menjadikan diri Anda sama degan pribadi yang Anda kagumi.

(Mario Teguh Super Talk, Copying To Greatness)

Salam Super,